Jasa Pembuatan Mesin Penghancur Kertas (Paper Shredder)

Jasa pembuatan cruser kertas Mesin 99 melayani jasa pembuatan mesin penghancur kertas untuk berbagai kebutuhan industri. Mesin penghancur kertas digunakan di berbagai pabrik untuk mempercepat proses produksi. Jika selama ini pabrik kertas menggunakan cara memotong manual, maka dengan otomasi penggunaan mesin penghancur kertas maka kapasitas dan kecepatan produksi dapat meningkat drastis dan lebih minim tenaga manuasia, efeknya adalah biaya produksi menjadi lebih ringan.

Kami melayani jasa pembuatan mesin penghancur kertas khusus untuk industri atau pabrik dengan kecepatan produksi di atas 100 kg per jam. Mesin penghancur kertas juga disebut mesin pemotong kertas, paper shredder dan paper crusher. Mesin ini bisa juga digunakan untuk menghancurkan dokumen rahasia / penting dengan kapasitas besar.

Aplikasi mesin penghancur kertas / penghancur kertas skala industri bisa digunakan di pabrik koran, pabrik percetakan, kampus / sekolahan, dan berbagai macam pabrik yang mengolah limbah kertas. Kertas hasil produksi yang reject, limbah kertas, buku dan lain sebagainya dapat dipotong / dicrusher dengan cepat. Hasil pemotongan bisa diatur tingkat kelembutannya atau ukurannya dan kemudian bisa dilanjutkan untuk proses daur ulang.

Jasa pembuatan mesin penghancur kertas dapat dibuat secara custom dengan kapasitas yang disesuaikan dengan permintaan konsumen. Kapasitas 100kg per jam sampai dengan 1 ton per jam. Sistem pengisiannya bisa dengan conveyor atau menggunakan gravity insert.

Fabrikasi Mesin Turbo Mixer

Jasa fabrikasi mesin turbo mixer dengan kapasitas 90kg, 120kg, 250kg, 500kg. Mesin turbo mixer terbuat dari material full stainless steel food grade dan digunakan pada industri makanan yang berfungsi untuk mencampurkan bahan baku dari gula. Contohnya tepung terigu, telur dan gula.

Industri makanan yang menggunakan turbo mixer akan meningkatkan kapasitas produksi karena mampu menghasilkan campiran yang homogen hanya dalam waktu sekitar 10 menit saja. Setelah campuran jadi maka bisa dilanjutkan untuk proses pencetakan dan proses lainnya.

Fabrikasi mesin turbo mixer banyak digunakan untuk pabrik wafer. Tetapi juga bisa digunakan pada industri makanan lainnya yang memerlukan pencampuran awal yang homogen.

Semua bahan baku produksi hanya menggunakan stainless steel food grade sehingga kualitas makanan yang dihasilkan dapat terjaga kebersihan dan higienisnya. Hal ini sangat penting bagi industri makanan agar kualitas produknya dapat terjaga dari waktu ke waktu.

STAINLESS STEEL

Baja tahan karat atau lebih dikenal dengan Stainless Steel adalah senyawa besi yang mengandung setidaknya 10,5% Kromium untuk mencegah proses korosi (pengkaratan logam). Komposisi ini membentuk protective layer (lapisan pelindung anti korosi) yang merupakan hasil oksidasi oksigen terhadap Krom yang terjadi secara spontan. Kemampuan tahan karat diperoleh dari terbentuknya lapisan film oksida Kromium, dimana lapisan oksida ini menghalangi proses oksidasi besi (Ferum). Tentunya harus dibedakan mekanisme protective layer ini dibandingkan baja yang dilindungi dengan coating (misal Seng dan Cadmium) ataupun cat.

KANDUNGAN ATOM/UNSUR DAN IKATANNYA

Baja stainless merupakan baja paduan yang mengandung minimal 10,5% Cr. Sedikit baja stainless mengandung lebih dari 30% Cr atau kurang dari 50% Fe. Daya tahan Stainless Steel terhadap oksidasi yang tinggi di udara dalam suhu lingkungan biasanya dicapai karena adanya tambahan minimal 13% (dari berat) Krom. Krom membentuk sebuah lapisan tidak aktif , Kromium(III) Oksida (Cr2O3) ketika bertemu Oksigen. Lapisan ini terlalu tipis untuk dilihat, sehingga logamnya akan tetap berkilau. Logam ini menjadi tahan air dan udara, melindungi logam yang ada di bawah lapisan tersebut. Fenomena ini disebut Passivation dan dapat dilihat pada logam yang lain, seperti pada Alumunium dan Titanium. Pada dasarnya untuk membuat besi yang tahan terhadap karat, Krom merupakan salah satu bahan paduan yang paling penting. Untuk mendapatkan besi yang lebih baik lagi, diantaranya dilakukan penambahan beberapa zat- zat berikut; Penambahan Molibdenum (Mo) bertujuan untuk memperbaiki ketahanan korosi pitting di lingkungan Klorida dan korosi celah unsur karbon rendah dan penambahan unsur penstabil Karbida (Titanium atau Niobium) bertujuan menekan korosi batas butir pada material yang mengalami proses sensitasi.Penambahan Kromium (Cr) bertujuan meningkatkan ketahanan korosi dengan membentuk lapisan oksida (Cr2O3) dan ketahanan terhadap oksidasi temperatur tinggi. Penambahan Nikel (Ni) bertujuan untuk meningkatkan ketahanan korosi dalam media pengkorosi netral atau lemah. Nikel juga meningkatkan keuletan dan mampu meningkatkan ketahanan korosi tegangan. Unsur Aluminium (Al) meningkatkan pembentukan lapisan oksida pada temperatur tinggi.

PROSES MEMBUAT STAINLESS STEEL

Stainless steel atau baja paduan. Kandungan Kromium membuat logam non-korosif dan mengkilap. Logam anti karat dan logam bebas noda ini digunakan secara luas dalam industri penerbangan dan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita melalui penggunaannya dalam alat-alat makan dan barang rumah tangga lainnya.

Baja stainless metallurgically didefinisikan sebagai paduan dengan kromium 11%. Logam ini populer digunakan di peralatan rumah tangga dan industri, karena tidak menimbulkan korosi, karat noda atau semudah baja biasa. Paduan ini juga disebut sebagai CRES atau baja tahan korosi, terutama ketika paduan tidak dinilai. Nilai yang berbeda dari baja stainless mempunyai jumlah yang berbeda dari Kromium untuk menghasilkan film yang diinginkan Kromium oksida. Ini adalah reaksi kimia antara Kromium dan Oksigen atmosfer yang mencegah korosi permukaan, dan sepanjang struktur internal.

Stainless steel terbuat dari bijih besi, silikon, krom, karbon, nikel, mangan dan nitrogen. Pembuatan baja stainless terdiri dari serangkaian proses. Bahan baku yang pertama mencair dalam tungku listrik . Mereka dikenakan setidaknya 12 jam panas intens. Selanjutnya campuran dilemparkan ke balik lempeng mekar atau billet, sebelum mengambil suatu bentuk semi-padat. Bentuk awal dari baja ini kemudian diproses melalui ‘membentuk’ operasi yang mencakup hot-rolling ke bar, kabel, lembaran dan lempengan. Dari sini, baja dikenakan anil. Sehingga logam ini dirawat karena tekanan internal dan sepatutnya melunak dan diperkuat. Segmen dari stainless steel pengolahan juga disebut ‘pengerasan usia’ sebagai. Hal ini membutuhkan pemantauan hati-hati dan pemanas suhu dan waktu pendinginan. Suhu penuaan serius mempengaruhi sifat logam, sedangkan suhu yang lebih rendah menghasilkan kekuatan tinggi dan ketangguhan patah rendah, sedangkan suhu tinggi menghasilkan kekuatan yang lebih rendah, tetapi bahan yang lebih keras. Perlakuan panas yang terlibat dalam pembuatan stainless steel tergantung pada jenis dan grade baja yang dihasilkan. Annealing atau perlakuan panas mengarah ke pengembangan skala. Skala dapat dihapus melalui beberapa proses seperti:

• Acar atau penggunaan mandi asam Nitrat-hydrofluoric.

• Elektro-membersihkan atau penerapan arus listrik, menggunakan asam Fosfat dan katoda.

De-scaling material diperkenalkan ke dalam proses produksi pada waktu yang berbeda, tergantung pada jenis baja yang dihasilkan. Sementara bentuk bar dan kawat harus diperlakukan dengan tambahan rolling panas, penempaan dan mengekstrusi, lembar dan bentuk strip melalui proses anil setelah pencapaian panas. Cutting operasi, dalam pembuatan stainless steel, sangat penting untuk memperoleh bentuk yang diinginkan dan ukuran produk akhir. Teknik memotong melibatkan penggunaan pisau guillotine dan bilah baja kecepatan tinggi untuk blanking (meninju keluar bentuk oleh shearing) dan menggigit (memotong serangkaian lubang tumpang tindih). Stainless steel juga dipotong melalui pemotongan api, sebuah proses yang melibatkan penggunaan api yang dihasilkan oleh Oksigen, Propana dan bubuk besi. Jet pemotong plasma metode menggunakan kolom gas terionisasi mencair dan memotong logam. Permukaan selesai, langkah terakhir dalam pembuatan stainless steel, sangat penting untuk mendapatkan permukaan halus dan reflektif . Tahap terakhir menawarkan produk ketahanan korosi yang diinginkan dan mendapatkan logam siap untuk langkah lebih lanjut industri manufaktur yang spesifik, sesuai kebutuhan. Pembuatan produk akhir lebih lanjut dibentuk melalui panas-rolling, menekan, penempaan dan ekstrusi. Materi tersebut kemudian bergabung melalui pengelasan (fusi dan resistensi) dan diberi bentuk yang diinginkan. Dalam proses pengendalian kualitas dimonitor seluruh pembuatan dan pabrikasi baja stainless. Materi terus diperiksa untuk sifat mekanik yang optimal, untuk bertahan hidup kuno.

SIFAT FISIK STAINLESS STEEL

Stainless steel juga dikenal dengan nama lain seperti CRES atau baja tahan korosi, baja Inox. Komponen stainless steel adalah Besi, Krom, Karbon, Nikel, Molibdenum dan sejumlah kecil logam lainnya. Komponen ini hadir dalam proporsi yang bervariasi dalam varietas yang berbeda. Dalam stainless steel, kandungan Krom tidak boleh kurang dari 11%.

Beberapa sifat fisik penting dari stainless steel tercantum di bawah ini:

• Stainless steel adalah zat keras dan kuat.

• Stainless steel bukan konduktor yang baik (panas dan listrik).

• Stainless steel memiliki kekuatan ulet tinggi. Ini berarti dapat dengan mudah dibentuk atau bengkok atau digambar dalam bentuk kabel.

• Sebagian varietas dari stainless steel memiliki permeabilitas magnetis. Mereka sangat tertarik terhadap magnet.

• Tahan terhadap korosi.

• Tidak bisa teroksidasi dengan mudah.

• Stainless steel dapat mempertahankan ujung tombak untuk suatu jangka waktu yang panjang.

• Bahkan pada suhu yang sangat tinggi, stainless steel mampu mempertahankan kekuatan dan tahanan terhadap oksidasi dan korosi.

• Pada temperatur cryogenic, stainless bisa tetap sulit berubah.

SIFAT KIMIA STAINLESS STEEL

Stainless steel adalah paduan logam yang lebih disukai untuk membuat peralatan dapur, karena tidak mempengaruhi rasa makanan. Permukaan peralatan stainless steel yang mudah dibersihkan. Minimal pemeliharaan dan daur ulang total peralatan stainless steel juga berkontribusi terhadap popularitas mereka. Stainless steel adalah nama universal untuk paduan logam, yang terdiri dari Kromium dan Besi. Sering disebut juga dengan baja tahan karat karena sangat tahan terhadap noda (berkarat).

Besi murni adalah unsur utama dari stainless steel. Besi murni adalah rentan terhadap karat dan sangat tidak stabil, seperti yang diekstraksi dari bijih besi. Karat besi adalah karena reaksi dengan oksigen , di hadapan air. Kromium membentuk lapisan transparan dan pasif kromium oksida, yang mencegah kerusakan mekanik dan kimia. Konstituen kecil lainnya dari baja adalah Nikel, Nitrogen dan Molibdenum. Kandungan kecil Nikel meningkatkan ketahanan korosi lebih lanjut, dan melindungi stainless steel dari penggunaan kasar dan kondisi lingkungan yang keras. Pitting atau jaringan parut dihindari dengan menambahkan Molybdenum untuk baja.

Sifat kimia dan struktur baja stainless ditingkatkan menggunakan paduan lainnya. Titanium, Vanadium dan Tembaga adalah paduan yang membuat stainless steel lebih cocok untuk keperluan tertentu. Tidak hanya logam, tetapi juga non-logam seperti Nitrogen, Karbon dan Silikon yang digunakan untuk membuat stainless steel.

Sifat kimia bertanggung jawab atas ketahanan korosi dan struktur mekanik dari baja stainless yang penting untuk memilih nilai sempurna untuk aplikasi yang diperlukan. Baja stainless memiliki properti dasar perlawanan-korosi. Faktor-faktor yang mempengaruhi properti ini adalah komposisi kimia dari media korosif, komposisi kimia logam yang digunakan, variasi suhu dan kandungan oksigen dan aerasi medium. Dengan demikian, variasi-variasi kecil dalam komposisi kimia dapat digunakan untuk membuat berbagai stainless steel.

KEUNTUNGAN BAJA-BAJA STAINLESS

1. Daya Tahan Korosi

Semua baja stainless mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap korosi. Angka-angka logam campuran yang rendah menahan korosi pada kondisi-kondisi ruang hampa, angka-angka campuran logam yang tinggi dapat menahan korosi pada kebanyakan asam, larutan alkalin, dan lingkungan-lingkungan yang menghasilkan klorida , bahkan pada suhu dan tekanan yang dinaikkan.

2. Daya Tahan Suhu Rendah dan Tinggi

Beberapa angka akan menahan penskalaan dan pengaturan daya yang tinggi pada suhu-suhu yang sangat tinggi, sementara yang lain menunjukkan pengecualian kekerasan pada suhu-suhu cryogenic.

3. Kesenangan Pembuatan (Ease of Fabrication)

Mayoritas baja-baja stainless dapat dipotong, dilas, dibentuk, dimesinkan, dan dibuat dengan mudah.

4. Daya

Sifat-sifat kekerasan yang dibentuk profil logam dengan temperature indin dari kebanyakan baja-baja stainless dapat digunakan dalam merancang mengurangi ketebalan bahan dan mengurangi berat dan beaya. Baja-baja stainless mungkin diperlakukan panas untuk membuat komponen-komponen daya yang sangat tinggi.

5. Pertimbangan Estetika

Baja-baja stainless tersedia pada kebanyakan lapisan-lapisan penutup permukaan. Baja stainless ini diatur dengan mudah dan sederhana menghasilkan kualitas yang tinggi, penampilannnya menyenangkan.

6. Sifat-sifat Higienis

Kemampuan membersihkan dari baja-baja stainless menjadikan pilihan-pilihan utama di rumah sakit- rumah sakit, dapur- dapur, fasilitas proses farmasi dan makanan.

7. Karakteristik Jalan Kehidupan

Baja stainless adalah sebuah bahan yang pemeliharaannya rendah dan tahan lama dan sering merupakan pilihan paling sedikit mahal dalam perbandingan beaya jalan kehidupan.

Klasifikasi

1. 12-14% Kromium(Cr), dimana sifat mekanik bajanya sangat tergantung dari kandungan unsur Karbon (C).

2. Baja dengan pengerasan lanjut, 10-12% Kromium(Cr), 0.12% Karbon (C) dengan sedikit tambahan unsur-unsur Mo, V, Nb, Ni dengan kekuatan tekanan mencapai 927 Mpa dipergunakan untuk bilah turbin gas.

3. Baja Kromium tinggi, 17%Cr, 2,5% Ni. Memiliki ketahanan korosi yang sangat tinggi. Dipergunakan untuk poros pompa, katup dan fitting yang bekerja pada tekanan dan temperatur tinggi tetapi tidak cocok untuk kondisi asam.

JENIS STAINLESS STEEL

Meskipun seluruh kategori SS didasarkan pada kandungan krom (Cr), namun unsur paduan lainnya ditambahkan untuk memperbaiki sifat-sifat SS sesuai aplikasi-nya. Kategori SS tidak halnya seperti baja lain yang didasarkan pada persentase karbon tetapi didasarkan pada struktur metalurginya. Menurut sifat kimia dari stainless steel lima golongan utama SS adalah Austenitic, Ferritic, Martensitic, Duplex dan Precipitation Hardening SS.

1. Austenitic Stainless Steel

Austenitic SS mengandung sedikitnya 16% Krom dan 6% Nikel (grade standar untuk 304), sampai ke grade Super Autenitic SS seperti 904L (dengan kadar Krom dan Nikel lebih tinggi serta unsur tambahan Mo sampai 6%). Molybdenum (Mo), Titanium (Ti) atau Copper (Co) berfungsi untuk meningkatkan ketahanan terhadap temperatur serta korosi. Austenitic cocok juga untuk aplikasi temperature rendah disebabkan unsur Nikel membuat SS tidak menjadi rapuh pada temperatur rendah.

Sifat-sifat Dasar Baja Austenitic

 Daya tahan korosi yang sangat bagus dalam asam organik, industri, dan lingkungan laut.

 Kemampuan mengelas yang sangat bagus (semua proses)

 Kemampuan membentuk, kemampuan pembuatan dan sifat kenyal yang sangat bagus

 Sifat-sifat suhu tingginya bagus dan suhu rendahnya sangat bagus (kekerasan tinggi pada semua suhu)

 Tidak mengandung magnit (jika dikuatkan)

 Dapat dikeraskan hanya dengan dibentuk profil logam dengan temperatur dingin (logam-logam campuran ini tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas)

Pemakaian Umum

 Alat pengatur cahaya floppy disk komputer (304)

 Per kunci keyboard komputer (301)

 Bak cuci dapur (304D)

 Alat pemrosesan makanan

 Aplikasi kearsitekan

 Alat kimia dan tanaman

2. Ferritic Stainless Steel

Kelompok logam campuran ini biasanya hanya mengandung Kromium, dengan keseimbangan kebanyakan Fe. Logam-logam campuran ini merupakan baja-baja stainless Kromium yang sederhana dengan kandungan Kromium 10,5 – 18 % seperti grade 430 dan 409. Jenis Ferritic agak sedikit kurang mempunyai sifat kenyal daripada jenis austenitic. Ketahanan korosi tidak begitu istimewa dan relatif lebih sulit di fabrikasi / machining. Tetapi kekurangan ini telah diperbaiki pada grade 434 dan 444 dan secara khusus pada grade 3Cr12.

Sifat-sifat Dasar Baja Ferritic

 Cukup untuk peningkatan daya tahan korosi yang bagus dengan kandungan Chromium

 Tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas dan selalu digunakan dalam magnet yang dikuatkan

 Kemampuan mengelasnya sedikit

 Kemampuan membentuknya tidak sebagus austenitic

Pemakaian Umum

 Pusat floppy disk komputer (430)

 Trim automotive (430)

 Alat pembuangan uap automotive (409)

 Alat colliery (3Cr12)

 Tangki air panas (444)

3. Martensitic Stainless Steel

SS jenis ini memiliki unsur utama Krom (masih lebih sedikit jika dibanding Ferritic SS) dan kadar karbon relatif tinggi (0,1 – 1,2%) misal grade 410 dan 416. Grade 431 memiliki Krom sampai 16% tetapi mikrostrukturnya masih martensitic disebabkan hanya memiliki Nikel 2%. Merupakan baja pertama yang dikembangkan secara komersial (sebagai cutlery).

Sifat-sifat Dasar Baja Martensitic

 Daya tahan korosinya sedang

 Dapat dikeraskan dengan perlakuan panas dan oleh karena itu tingkat kekerasan dan daya tahannya tinggi

 Kemampuan mengelasnya kurang

 Bersifat magnetic

Pemakaian Umum

 Mata pisau

 Alat–alat bedah

 Tangkai / batang

 Kumparan

 Peniti

4. Duplex Stainless Steel

Disebut Duplex dikarenakan kandungan Nikel tidak cukup untuk menghasilkan susunan austenitic secara penuh dan hasil kombinasi susunan ferritic dan austenitic. Duplex SS seperti 2304 dan 2205 (dua angka pertama menyatakan persentase Krom dan dua angka terakhir menyatakan persentase Nikel) memiliki bentuk mikrostruktur campuran austenitic dan ferritic. Duplex ferritic-austenitic memiliki kombinasi sifat tahan korosi dan temperatur relatif tinggi atau secara khusus tahan terhadap Stress Corrosion Cracking. Meskipun kemampuan Stress Corrosion Cracking-nya tidak sebaik ferritic SS tetapi ketangguhannya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan ferritic SS dan lebih buruk dibanding austenitic SS. Sementara kekuatannya lebih baik dibanding austenitic SS (yang di annealing) kira-kira 2 kali lipat. Sebagai tambahan, Duplex SS ketahanan korosinya sedikit lebih baik dibanding 304 dan 316 tetapi ketahanan terhadap pitting corrosion jauh lebih baik dibanding 316. Ketangguhannya Duplex SS akan menurun pada temperatur dibawah – 50 oC dan diatas 300 oC. Kebanyakan baja Duplex mengandung Mo dalam jarak 2,5-4%.

Sifat-sifat Dasar Baja Duplex

1 Daya tahan yang tinggi untuk menekan keretakan korosi

2 Daya tahan yang dinaikkan pada serangan ion Klorida

3 Perenggangan dan kuat luluh yang lebih tinggi dari baja-baja austenitic dan ferritic

4 Kemampuan peleburan, kemampuan membentuk yang baik

Pemakaian Umum

5 Penerapan di laut, terutama sekali pada suhu-suhu yang dinaikkan dengan rendah (eksplorasi gas lepas pantai)

6 Instalasi penghilangan zat garam / rasa asin

7 Perubah panas

8 Instalasi petro kimia

5. Precipitation Hardening Steel

Precipitation hardening stainless steel adalah SS yang keras dan kuat akibat dari dibentuknya suatu presipitat (endapan) dalam struktur mikro logam. Sehingga gerakan deformasi menjadi terhambat dan memperkuat material SS. Pembentukan ini disebabkan oleh penambahan unsur tembaga (Cu), Titanium (Ti), Niobium (Nb) dan Alumunium. Proses penguatan umumnya terjadi pada saat dilakukan pengerjaan dingin (cold work).

Sifat-sifat Dasar Baja Precipitation Hardening

A. Hambatan korosi yang sedang sampai baik

B Kemampuan mengelas yang baik

C Bersifat magnetic

D Dapat dikeraskan

Pemakaian Umum

E Tangkai/batang untuk pompa air dan katup

Perbandingan masing-masing sifat dari grade SS ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel Perbandingan Sifat Mekanik Berbagai Jenis Stainless Steel

Jenis Stainless Steel Respon Magnet Ketahanan Korosi Metode Hardening Ke-liat-an (Ductility) Ketahanan Temperatur Tinggi Ketahanan Temperatur Rendah Kemampuan Welding

Austenitic Tdk Sgt Tinggi Cold Work Sgt Tinggi Sgt Tinggi Sgt Tinggi Sgt Tinggi

Duplex Ya Sedang Tidak ada Sedang Rendah Sedang Tinggi

Ferritic Ya Sedang Tidak ada Sedang Tinggi Rendah Rendah

Martensitic Ya Sedang Q & T Rendah Rendah Rendah Rendah

Mengapa Properti dari Stainless Steel begitu berbeda?

Sifat dari baja stainless sangat berbeda karena konstituennya. Tingginya kandungan Kromium dalam stainless steel bertanggung jawab untuk tahan korosi propertinya. Oleh karena itu, stainless steel digunakan untuk keperluan pembuatan alat-alat makan dapur dan peralatan masak harus memiliki jumlah yang lebih tinggi Kromium. Dalam rangka meningkatkan tingkat resistensi lebih lanjut, Nikel digunakan. Molibdenum (Mo) hadir dalam stainless steel membantu dalam mencegah jenis tertentu korosi lokal seperti pitting.

Besi yang digunakan untuk pembuatan baja stainless diekstraksi dari bijih mineralnya. Besi dalam bentuk paling murni, memiliki kecenderungan alami untuk bereaksi dengan udara atmosfer dan air yang mengarah pada pembentukan karat. Meskipun komponen utama stainless steel adalah besi, namun dapat melawan oksidasi. Hal ini karena, sekarang Kromium dalam stainless steel bereaksi dengan oksigen di udara, untuk membentuk Kromium oksida. Hal ini melekat pada permukaan stainless steel dalam bentuk lapisan, sulit pasif. Dalam hal permukaan lapisan ini rusak karena beberapa efek kimia atau mekanis, kromium oksida terbentuk, mampu memperbaiki kerusakan. Namun, proses penyembuhan diri dari oksida Kromium akan bekerja hanya jika ada oksigen dalam jumlah yang cukup.

Ketangguhan dari stainless steel ada di rekening kehadiran karbon di dalamnya. Jika kadar karbon dari baja stainless meningkat, itu membantu membuat baja lebih tangguh. Karbon memungkinkan stainless steel untuk mendapatkan ujung yang tajam dan juga memfasilitasi dalam mempertahankan ketajaman tepi untuk jangka waktu yang panjang.

Biasanya, stainless steel tidak berkarat karena terkena udara dan kelembaban. Namun, ketika beberapa zat cair disimpan dalam wadah stainless steel untuk jangka waktu yang panjang, kami mungkin melihat bagian dalam wadah akan berkarat. Hal ini terjadi karena cairan mencegah baja untuk kontak dengan oksigen. Akibatnya, kerusakan yang ditimbulkan pada lapisan Kromium oksida oleh efek kimia cairan tidak dapat disembuhkan.

A. Korosi Secara Umum

Stainless Steel (SS) secara mendasar bukanlah logam mulia seperti halnya Emas (Au) & Platina (Pt) yang hampir tidak mengalami korosi karena pengaruh kondisi lingkungan, sementara SS masih mengalami korosi. Daya tahan korosi SS disebabkan lapisan yang tidak terlihat (invisible layer) yang terjadi akibat oksidasi SS dengan oksigen yang akhirnya membentuk lapisan pelindung anti korosi (protective layer). Sumber oksigen bisa berasal dari udara maupun air. Material lain yang memiliki sifat sejenis antara lain Titanium (Ti) dan juga Aluminium (Al).

Secara umum protective layer terbentuk dari reaksi Kromium + oksigen secara spontan membentuk Krom-oksida. Jika lapisan oksida SS digores/terkelupas, maka protective layer akan segera terbentuk secara spontan, tentunya jika kondisi lingkungan cukup mengandung oksigen. Walaupun demikian kondisi lingkungan tetap menjadi penyebab kerusakan protective layer tersebut. Pada keadaan dimana protective layer tidak dapat lagi terbentuk, maka korosi akan terjadi. Banyak media yang dapat menjadi penyebab korosi, seperti halnya udara, cairan/ larutan yang bersifat asam/basa, gas-gas proses (misal gas asap hasil buangan ruang bakar atau reaksi kimia lainnya), logam yang berlainan jenis dan saling berhubungan dan sebagainya.

B. Jenis-Jenis Korosi Pada Stainless Steel

Meskipun alasan utama penggunaan stainless steel adalah ketahanan korosinya, tetapi pemilihan stainless steel yang tepat mesti disesuaikan dengan aplikasi yang tepat pula. Pada umumnya, korosi menyebabkan beberapa masalah seperti :

1. Terbentuknya lubang-lubang kecil/ halus pada tangki dan pipa-pipa sehingga menyebabkan kebocoran cairan ataupun gas.

2. Menurunnya kekuatan material disebabkan penyusutan/ pengurangan ketebalan/ volume material sehingga ‘strength‘ juga menurun, akibatnya dapat terjadi retak, bengkok, patah dan sebagainya.

3. Dekorasi permukaan material menjadi tidak menarik disebabkan kerak karat ataupun lubang-lubang

4. Terbentuknya karat-karat yang mungkin mengkontaminasi zat atau material lainnya, hal ini sangat dihindari khususnya pada proses produksi makanan.

Secara umum korosi pada stainless steel dapat dikategorikan sbb. :

1. Uniform Corrosion

2. Pitting Corrosion

3. Crevice Corrosion

4. Stress Corrosion Cracking

5. Intergranular Corrosion

6. Galvanic Corrosion

Untuk diperhatikan bahwa, Stainless Steel adalah 100% dapat didaur ulang dan karena kandungan nikelnya banyak

Jasa Fabrikasi Sushi Conveyor


Sushi conveyor adalah conveyor yang berada pada restoran atau rumah makan jepang pada umumnya, akan tetapi banyak yang menggunakan conveyor sushi ini pada restoran atau rumah makan yang menjual makanan lain, biar menarik perhatian pembeli kalau restoran yang menggunakan conveyor untuk penjualannya atau penyajiannya biasanya sistem manajemennya sudah berjalan dengan baik.

Conveyor sushi bisa juga di pasang pada food truck tempat jualan makanan di atas mobil uang di design secara khusus dan makanan atau pun sajiannya berada pada conveyor tersebut berjalan mengelilingi penjualnya 

Conveyor sushi menu makanannya biasanya makanan yang siap saji jadi pembeli tinggal ambil makananya semdiri dan pada makanan tersebut sudah ada harganya

Conveyor sushi perawatannya sangat mudah karena conveyornya sendiri dominan terbuat dari plastik jadi mudah di bersihkan

Conveyor sushi

Comveyor makanan

Conveyor melingkar

Conveyor modular

Conveyor top chain 

Jasa Pembuat Mesin Spring / Per


Jasa pembuatan mesin per / spring PT Seido Agra Abadi membuat mesin per spring dengan desain sendiri dan kebutuhannya bisa di sesuaikan kebutuhannya atau spesifikasi sesuai pesanan pembeli

Mesin spring / per banyak di gunakan pada perusahaan otomotif , reklame in door, perusahaan plastik dll

Mesin spring / per yang saya buat dari bahan bahan baja cara pembuatan spring pada mesin spring dari kawat baja spring yang di masukkan pada roll penarik kawat yang jalan secara otomatis dan akan terbentuk spring sesuai ukuran yang kita inginkan dari diameter dan panjang spring nya

Mesin spring otomatis

Mesin spring manual

Mesin spring custem

Mesin spring buatan indonesia , mesin spring lokal yang kita produksi banyak di gunakan oleh kalangan UKM di samping harganya terjangkau dan service nya gampang karena cara pembuatannya kita desain secara simple dan mudah perawatannya.

Jasa Perakitan Wiring Listrik


Jasa perakitan wiring listrik pada panel operator atau panel induk pada mesin mesin indistri atau mesin mesin custom home industri, jasa perakitan listrik ini sering kita lakukan kalau kita lagi melakukan pembuatan mesin mesin baru.

Jasa perakitan listrik ini juga sering kita lakukan modifikasi panel listrik pada mesin mesin industri yang berada pada industri besar industri menengah mau pun industri kecil, karena tuntutan produksi dimana adanya perubahan sistem kelistrikannya supaya mesin dapat berjalan sistemnya menjadi lebih praktis dan meningkatkan produksi, jenis jenis instalasi listrik

Jasa Perakitan Listrik

Jasa Wiring Listrik

Jasa Instalasi Listrik

Jasa Pemasangan Listrik

Jasa Perakitan Listrik Panel

Jasa Instalasi PLC

Jasa perakitan listrik pada mesin mesin industri tidak lepas dari perubahan komponen listrik atau spare part pada mesin mesin industri karena kelistrikan pada mesin industri tidak lepas dari spare part penunjang pergerakan mesin mesin industri, intinya kelistrikan pada mesin industri tidak lepas dari komponen spare part penunjangnya pada mesin mesin industri 

Jasa perakitan listrik adalah perakitan component listrik pada suatu box panel listrik yang berfungsi untuk menjalankan sistem suatu rangkaian permesinan atau penerangan lampu ada pun component tersebut terdiri dari beberapa macam

Contactor, MCB, Overload, Power supply, Relay, Bracker, Fuse, Cable duct, kabel, Inverter, PLC, TR Terminal Cable, Push lamp, Push bottom, Potensio, Selector switch, limit switch, Proximity, Sensor dan lain sebagainya.

Wiring listrik adalah istilah pada dunia kelistrikan dimana kita membuat rangkaian component listrik dan kabel listrik menjadi sebuah rangkaian listrik pada suatu panel listrik yang pada hakikatnya rangkaian tersebut berfungsi sebagai rangkaian listrik yang berfungsi untuk menjalankan listrik pada suatu mesin mesin industri.

Jasa Pembuatan Mesin Peniris Minyak


Jasa pembuatan mesin peniris minyak bisa di buat di PT Seido Agra Abadi yang berada di tangerang dasar pembuatannya harus tentukan terlebih dahulu kapasitas mesin yang di inginkan baru bisa menentukan design dan spesifikasi mesin

Jasa pembuatan mesin peniris minyak ini dapat kita lakukan dengan desain terlebih dahulu sesuai kebutuhan customer bentuk model yang fleksibel sesuai kebutuhan

Mesin peniris minyak ini banyak di pergunakan pada perusahaan yang bergerak di bidang makanan yang di goreng menggunakan minyak dan biasanya perusahaan yang bergerak di bidang tersebut kesulitan dalam peniris atau pun pengeringan minyaknya

Mesin peniris keripik singkong

Mesin peniris keripik pisang

Mesin peniris kentang goreng

Dan lain sebagainya

Jasa Fabrikasi mesin industri di jawa tengah


Jasa fabrikasi mesin industri di jawa tengah khususnya di solo, klaten, jogja, semarang, boyolali, sragen, sukoharjo, wonogiri, karangan anyar dan lain sebagai nya di wilayah jawa tengah.

Mesin industri textil rekondisi / modifikasi / peremajaan dan maintenent mesin industri textil banyak macamnya 

Mesin Blowing adalah mesin yang berfungsi untuk mencabik cabik / mengurai kapas supaya tidak padat

Mesin Carding adalah mesin berfungsi untuk mengurai kapas dari blowing di bentuk tali kapas dengan ukuran besar tetapi masih riskan putus biasanya kalau produksi di taruh pada tong / drum

Mesin Combing adalah mesin textil yang berfungsi untuk pengurai kapas untuk memisahkan antara kapas bagus dan kapas kurang bagus yang sudah proses pada bobing dengan ukuran besar

Mesin Predrawing adalah mesin yang berfungsi untuk pembuatan kapas menjadi tali kapas tetapi tali kapas tersebut masih lembut tidak padat tali kapasnya

Mesin Drawing adalah mesin untuk pembuatan tali kapas atau benang tapi masih ukuran besar yang di gulung pada bobin dengan ukuran besar

Mesin Spinning adalah mesin textil yang di gunakan untuk pembuatan atau pemintalan benang biasanya jenis jenis benang

Benang combed adalah benang dengan ukuran 30 , 40 Z biasanya untuk benang katun

Benang Carded adalah benang dengan ukuran 20, 32 S biasanya untuk benang bahan jean

Mesin Winding adalah proses pemintalan benang dengan ukuran yang lebih kecil lagi biasanya di roll pada paper cone bisa berupa benang jahit yang jenisnya fariasi ada yang nylon, catun, tc, prima dan sebagainya.

Jasa Fabrikasi Mesin di Tangerang


Fabrikasi mesin di tangerang sudah banyak di lakukan PT Seido Agra Abadi dari perusahaan kecil , menengah , dan besar. Mesin perindustrian makanan , minuman, farmasi , textil dan mesin mesin custom yang lain.

Fabrikasi mesin pembuatan baru atau pun modifikasi mesin industri menuju sistem dan cara kerja mendekati sempurna.

Modifikasi mesin bisa tergolong beberapa macam

• Modifikasi Ringan

• Modifikasi Sedang

• Modifikasi Besar

Modifikasi ringan adalah modifikasi perencanaan sistem yang mendekati sempurna yang di lakukan perombakan sistem permesinan yang sudah berjalan.

Modifikasi sedang adalah modifikasi perencanaan mesin yang sistemnya tidak jalan sama sekali jadi kita di tuntut untuk menjalankan sistem mesin tersebut sampai bisa jalan sesuai cara kerja mesin tersebut.

Modifikasi besar adalah modifikasi perencanaan mesin yang sistemnya sudah berjalan dengan bagus, akan tetapi masih di perlukan alat atau unit mesin sebagai penunjang peroduksi supaya hasil atau output produksi meningkat atau bisa di bilang penambahan unit mesin baru  dan sistem control kelistrikan sebagai mesin penunjang yang sudah berjalan.

Jasa fabrikasi mesin di tangerang bengkel bubut miling seido agra abadi di dukung oleh tenaga ahli yang profesional dari penguasaan desain rancangan mesin, jasa rakit listriknya dari listrik manual sampai yang automatik, operator bubut nya yang mesin kita memadahi, operator millingnya yang permesinan kita mendukung, jasa las listrik / argon yang profesional dalam pekerjaannya.

Jasa modifikasi mesin yang sering dilakukan oleh PT Seido Agra Abadi dari kerusakan sparepart , kelistrikannya ataupun sistem kerjanya mesin tersebut.

Jasa fabrikasi meliputi pembuatan sparepart, jasa bubut, jasa milling, jasa grinding dan lain sebagainya. Pembuatan kontruksi meliputi pembuatan frame mesin, kontruksi baja.

Jasa Fabrikasi Ribbon Mixer


Ribbon Mixer adalah mixer yang di putar secara horizontal yang berfungsi untuk mencampur bahan baku makanan dalam bentuk serbuk, adonan atau pun makanan yang sudah jadi supaya kalis dengan bumbunya

Ribon Mixer banyak di gunakan pada industri makanan terutama makanan kering contoh nya

Industri keripik

Industri kacang

Industri pisang goreng

Industri makanan ringan

Ribbon Mixer juga Banyak di gunakan pada industri pembutan adonan roti kering karena perlu percampuran bermacam macam Formula dari terigu, telur, margarin, garam atau pun gula, ribbon mixer ini percampuran bahannya atau sistem kerja lebih sempurna di bandingkan dengan mixer yang lain karena ribbon mixer ini menggunakan sistem spiral pada mixer pengaduknya.

STAINLESS STEEL

Baja tahan karat atau lebih dikenal dengan Stainless Steel adalah senyawa besi yang mengandung setidaknya 10,5% Kromium untuk mencegah proses korosi (pengkaratan logam). Komposisi ini membentuk protective layer (lapisan pelindung anti korosi) yang merupakan hasil oksidasi oksigen terhadap Krom yang terjadi secara spontan. Kemampuan tahan karat diperoleh dari terbentuknya lapisan film oksida Kromium, dimana lapisan oksida ini menghalangi proses oksidasi besi (Ferum). Tentunya harus dibedakan mekanisme protective layer ini dibandingkan baja yang dilindungi dengan coating (misal Seng dan Cadmium) ataupun cat.

KANDUNGAN ATOM/UNSUR DAN IKATANNYA

Baja stainless merupakan baja paduan yang mengandung minimal 10,5% Cr. Sedikit baja stainless mengandung lebih dari 30% Cr atau kurang dari 50% Fe. Daya tahan Stainless Steel terhadap oksidasi yang tinggi di udara dalam suhu lingkungan biasanya dicapai karena adanya tambahan minimal 13% (dari berat) Krom. Krom membentuk sebuah lapisan tidak aktif , Kromium(III) Oksida (Cr2O3) ketika bertemu Oksigen. Lapisan ini terlalu tipis untuk dilihat, sehingga logamnya akan tetap berkilau. Logam ini menjadi tahan air dan udara, melindungi logam yang ada di bawah lapisan tersebut. Fenomena ini disebut Passivation dan dapat dilihat pada logam yang lain, seperti pada Alumunium dan Titanium. Pada dasarnya untuk membuat besi yang tahan terhadap karat, Krom merupakan salah satu bahan paduan yang paling penting. Untuk mendapatkan besi yang lebih baik lagi, diantaranya dilakukan penambahan beberapa zat- zat berikut; Penambahan Molibdenum (Mo) bertujuan untuk memperbaiki ketahanan korosi pitting di lingkungan Klorida dan korosi celah unsur karbon rendah dan penambahan unsur penstabil Karbida (Titanium atau Niobium) bertujuan menekan korosi batas butir pada material yang mengalami proses sensitasi.Penambahan Kromium (Cr) bertujuan meningkatkan ketahanan korosi dengan membentuk lapisan oksida (Cr2O3) dan ketahanan terhadap oksidasi temperatur tinggi. Penambahan Nikel (Ni) bertujuan untuk meningkatkan ketahanan korosi dalam media pengkorosi netral atau lemah. Nikel juga meningkatkan keuletan dan mampu meningkatkan ketahanan korosi tegangan. Unsur Aluminium (Al) meningkatkan pembentukan lapisan oksida pada temperatur tinggi.

PROSES MEMBUAT STAINLESS STEEL

Stainless steel atau baja paduan. Kandungan Kromium membuat logam non-korosif dan mengkilap. Logam anti karat dan logam bebas noda ini digunakan secara luas dalam industri penerbangan dan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita melalui penggunaannya dalam alat-alat makan dan barang rumah tangga lainnya.

Baja stainless metallurgically didefinisikan sebagai paduan dengan kromium 11%. Logam ini populer digunakan di peralatan rumah tangga dan industri, karena tidak menimbulkan korosi, karat noda atau semudah baja biasa. Paduan ini juga disebut sebagai CRES atau baja tahan korosi, terutama ketika paduan tidak dinilai. Nilai yang berbeda dari baja stainless mempunyai jumlah yang berbeda dari Kromium untuk menghasilkan film yang diinginkan Kromium oksida. Ini adalah reaksi kimia antara Kromium dan Oksigen atmosfer yang mencegah korosi permukaan, dan sepanjang struktur internal.

Stainless steel terbuat dari bijih besi, silikon, krom, karbon, nikel, mangan dan nitrogen. Pembuatan baja stainless terdiri dari serangkaian proses. Bahan baku yang pertama mencair dalam tungku listrik . Mereka dikenakan setidaknya 12 jam panas intens. Selanjutnya campuran dilemparkan ke balik lempeng mekar atau billet, sebelum mengambil suatu bentuk semi-padat. Bentuk awal dari baja ini kemudian diproses melalui ‘membentuk’ operasi yang mencakup hot-rolling ke bar, kabel, lembaran dan lempengan. Dari sini, baja dikenakan anil. Sehingga logam ini dirawat karena tekanan internal dan sepatutnya melunak dan diperkuat. Segmen dari stainless steel pengolahan juga disebut ‘pengerasan usia’ sebagai. Hal ini membutuhkan pemantauan hati-hati dan pemanas suhu dan waktu pendinginan. Suhu penuaan serius mempengaruhi sifat logam, sedangkan suhu yang lebih rendah menghasilkan kekuatan tinggi dan ketangguhan patah rendah, sedangkan suhu tinggi menghasilkan kekuatan yang lebih rendah, tetapi bahan yang lebih keras. Perlakuan panas yang terlibat dalam pembuatan stainless steel tergantung pada jenis dan grade baja yang dihasilkan. Annealing atau perlakuan panas mengarah ke pengembangan skala. Skala dapat dihapus melalui beberapa proses seperti:

• Acar atau penggunaan mandi asam Nitrat-hydrofluoric.

• Elektro-membersihkan atau penerapan arus listrik, menggunakan asam Fosfat dan katoda.

De-scaling material diperkenalkan ke dalam proses produksi pada waktu yang berbeda, tergantung pada jenis baja yang dihasilkan. Sementara bentuk bar dan kawat harus diperlakukan dengan tambahan rolling panas, penempaan dan mengekstrusi, lembar dan bentuk strip melalui proses anil setelah pencapaian panas. Cutting operasi, dalam pembuatan stainless steel, sangat penting untuk memperoleh bentuk yang diinginkan dan ukuran produk akhir. Teknik memotong melibatkan penggunaan pisau guillotine dan bilah baja kecepatan tinggi untuk blanking (meninju keluar bentuk oleh shearing) dan menggigit (memotong serangkaian lubang tumpang tindih). Stainless steel juga dipotong melalui pemotongan api, sebuah proses yang melibatkan penggunaan api yang dihasilkan oleh Oksigen, Propana dan bubuk besi. Jet pemotong plasma metode menggunakan kolom gas terionisasi mencair dan memotong logam. Permukaan selesai, langkah terakhir dalam pembuatan stainless steel, sangat penting untuk mendapatkan permukaan halus dan reflektif . Tahap terakhir menawarkan produk ketahanan korosi yang diinginkan dan mendapatkan logam siap untuk langkah lebih lanjut industri manufaktur yang spesifik, sesuai kebutuhan. Pembuatan produk akhir lebih lanjut dibentuk melalui panas-rolling, menekan, penempaan dan ekstrusi. Materi tersebut kemudian bergabung melalui pengelasan (fusi dan resistensi) dan diberi bentuk yang diinginkan. Dalam proses pengendalian kualitas dimonitor seluruh pembuatan dan pabrikasi baja stainless. Materi terus diperiksa untuk sifat mekanik yang optimal, untuk bertahan hidup kuno.

SIFAT FISIK STAINLESS STEEL

Stainless steel juga dikenal dengan nama lain seperti CRES atau baja tahan korosi, baja Inox. Komponen stainless steel adalah Besi, Krom, Karbon, Nikel, Molibdenum dan sejumlah kecil logam lainnya. Komponen ini hadir dalam proporsi yang bervariasi dalam varietas yang berbeda. Dalam stainless steel, kandungan Krom tidak boleh kurang dari 11%.

Beberapa sifat fisik penting dari stainless steel tercantum di bawah ini:

• Stainless steel adalah zat keras dan kuat.

• Stainless steel bukan konduktor yang baik (panas dan listrik).

• Stainless steel memiliki kekuatan ulet tinggi. Ini berarti dapat dengan mudah dibentuk atau bengkok atau digambar dalam bentuk kabel.

• Sebagian varietas dari stainless steel memiliki permeabilitas magnetis. Mereka sangat tertarik terhadap magnet.

• Tahan terhadap korosi.

• Tidak bisa teroksidasi dengan mudah.

• Stainless steel dapat mempertahankan ujung tombak untuk suatu jangka waktu yang panjang.

• Bahkan pada suhu yang sangat tinggi, stainless steel mampu mempertahankan kekuatan dan tahanan terhadap oksidasi dan korosi.

• Pada temperatur cryogenic, stainless bisa tetap sulit berubah.

SIFAT KIMIA STAINLESS STEEL

Stainless steel adalah paduan logam yang lebih disukai untuk membuat peralatan dapur, karena tidak mempengaruhi rasa makanan. Permukaan peralatan stainless steel yang mudah dibersihkan. Minimal pemeliharaan dan daur ulang total peralatan stainless steel juga berkontribusi terhadap popularitas mereka. Stainless steel adalah nama universal untuk paduan logam, yang terdiri dari Kromium dan Besi. Sering disebut juga dengan baja tahan karat karena sangat tahan terhadap noda (berkarat).

Besi murni adalah unsur utama dari stainless steel. Besi murni adalah rentan terhadap karat dan sangat tidak stabil, seperti yang diekstraksi dari bijih besi. Karat besi adalah karena reaksi dengan oksigen , di hadapan air. Kromium membentuk lapisan transparan dan pasif kromium oksida, yang mencegah kerusakan mekanik dan kimia. Konstituen kecil lainnya dari baja adalah Nikel, Nitrogen dan Molibdenum. Kandungan kecil Nikel meningkatkan ketahanan korosi lebih lanjut, dan melindungi stainless steel dari penggunaan kasar dan kondisi lingkungan yang keras. Pitting atau jaringan parut dihindari dengan menambahkan Molybdenum untuk baja.

Sifat kimia dan struktur baja stainless ditingkatkan menggunakan paduan lainnya. Titanium, Vanadium dan Tembaga adalah paduan yang membuat stainless steel lebih cocok untuk keperluan tertentu. Tidak hanya logam, tetapi juga non-logam seperti Nitrogen, Karbon dan Silikon yang digunakan untuk membuat stainless steel.

Sifat kimia bertanggung jawab atas ketahanan korosi dan struktur mekanik dari baja stainless yang penting untuk memilih nilai sempurna untuk aplikasi yang diperlukan. Baja stainless memiliki properti dasar perlawanan-korosi. Faktor-faktor yang mempengaruhi properti ini adalah komposisi kimia dari media korosif, komposisi kimia logam yang digunakan, variasi suhu dan kandungan oksigen dan aerasi medium. Dengan demikian, variasi-variasi kecil dalam komposisi kimia dapat digunakan untuk membuat berbagai stainless steel.

KEUNTUNGAN BAJA-BAJA STAINLESS

1. Daya Tahan Korosi

Semua baja stainless mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap korosi. Angka-angka logam campuran yang rendah menahan korosi pada kondisi-kondisi ruang hampa, angka-angka campuran logam yang tinggi dapat menahan korosi pada kebanyakan asam, larutan alkalin, dan lingkungan-lingkungan yang menghasilkan klorida , bahkan pada suhu dan tekanan yang dinaikkan.

2. Daya Tahan Suhu Rendah dan Tinggi

Beberapa angka akan menahan penskalaan dan pengaturan daya yang tinggi pada suhu-suhu yang sangat tinggi, sementara yang lain menunjukkan pengecualian kekerasan pada suhu-suhu cryogenic.

3. Kesenangan Pembuatan (Ease of Fabrication)

Mayoritas baja-baja stainless dapat dipotong, dilas, dibentuk, dimesinkan, dan dibuat dengan mudah.

4. Daya

Sifat-sifat kekerasan yang dibentuk profil logam dengan temperature indin dari kebanyakan baja-baja stainless dapat digunakan dalam merancang mengurangi ketebalan bahan dan mengurangi berat dan beaya. Baja-baja stainless mungkin diperlakukan panas untuk membuat komponen-komponen daya yang sangat tinggi.

5. Pertimbangan Estetika

Baja-baja stainless tersedia pada kebanyakan lapisan-lapisan penutup permukaan. Baja stainless ini diatur dengan mudah dan sederhana menghasilkan kualitas yang tinggi, penampilannnya menyenangkan.

6. Sifat-sifat Higienis

Kemampuan membersihkan dari baja-baja stainless menjadikan pilihan-pilihan utama di rumah sakit- rumah sakit, dapur- dapur, fasilitas proses farmasi dan makanan.

7. Karakteristik Jalan Kehidupan

Baja stainless adalah sebuah bahan yang pemeliharaannya rendah dan tahan lama dan sering merupakan pilihan paling sedikit mahal dalam perbandingan beaya jalan kehidupan.

Klasifikasi

1. 12-14% Kromium(Cr), dimana sifat mekanik bajanya sangat tergantung dari kandungan unsur Karbon (C).

2. Baja dengan pengerasan lanjut, 10-12% Kromium(Cr), 0.12% Karbon (C) dengan sedikit tambahan unsur-unsur Mo, V, Nb, Ni dengan kekuatan tekanan mencapai 927 Mpa dipergunakan untuk bilah turbin gas.

3. Baja Kromium tinggi, 17%Cr, 2,5% Ni. Memiliki ketahanan korosi yang sangat tinggi. Dipergunakan untuk poros pompa, katup dan fitting yang bekerja pada tekanan dan temperatur tinggi tetapi tidak cocok untuk kondisi asam.

JENIS STAINLESS STEEL

Meskipun seluruh kategori SS didasarkan pada kandungan krom (Cr), namun unsur paduan lainnya ditambahkan untuk memperbaiki sifat-sifat SS sesuai aplikasi-nya. Kategori SS tidak halnya seperti baja lain yang didasarkan pada persentase karbon tetapi didasarkan pada struktur metalurginya. Menurut sifat kimia dari stainless steel lima golongan utama SS adalah Austenitic, Ferritic, Martensitic, Duplex dan Precipitation Hardening SS.

1. Austenitic Stainless Steel

Austenitic SS mengandung sedikitnya 16% Krom dan 6% Nikel (grade standar untuk 304), sampai ke grade Super Autenitic SS seperti 904L (dengan kadar Krom dan Nikel lebih tinggi serta unsur tambahan Mo sampai 6%). Molybdenum (Mo), Titanium (Ti) atau Copper (Co) berfungsi untuk meningkatkan ketahanan terhadap temperatur serta korosi. Austenitic cocok juga untuk aplikasi temperature rendah disebabkan unsur Nikel membuat SS tidak menjadi rapuh pada temperatur rendah.

Sifat-sifat Dasar Baja Austenitic

 Daya tahan korosi yang sangat bagus dalam asam organik, industri, dan lingkungan laut.

 Kemampuan mengelas yang sangat bagus (semua proses)

 Kemampuan membentuk, kemampuan pembuatan dan sifat kenyal yang sangat bagus

 Sifat-sifat suhu tingginya bagus dan suhu rendahnya sangat bagus (kekerasan tinggi pada semua suhu)

 Tidak mengandung magnit (jika dikuatkan)

 Dapat dikeraskan hanya dengan dibentuk profil logam dengan temperatur dingin (logam-logam campuran ini tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas)

Pemakaian Umum

 Alat pengatur cahaya floppy disk komputer (304)

 Per kunci keyboard komputer (301)

 Bak cuci dapur (304D)

 Alat pemrosesan makanan

 Aplikasi kearsitekan

 Alat kimia dan tanaman

2. Ferritic Stainless Steel

Kelompok logam campuran ini biasanya hanya mengandung Kromium, dengan keseimbangan kebanyakan Fe. Logam-logam campuran ini merupakan baja-baja stainless Kromium yang sederhana dengan kandungan Kromium 10,5 – 18 % seperti grade 430 dan 409. Jenis Ferritic agak sedikit kurang mempunyai sifat kenyal daripada jenis austenitic. Ketahanan korosi tidak begitu istimewa dan relatif lebih sulit di fabrikasi / machining. Tetapi kekurangan ini telah diperbaiki pada grade 434 dan 444 dan secara khusus pada grade 3Cr12.

Sifat-sifat Dasar Baja Ferritic

 Cukup untuk peningkatan daya tahan korosi yang bagus dengan kandungan Chromium

 Tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas dan selalu digunakan dalam magnet yang dikuatkan

 Kemampuan mengelasnya sedikit

 Kemampuan membentuknya tidak sebagus austenitic

Pemakaian Umum

 Pusat floppy disk komputer (430)

 Trim automotive (430)

 Alat pembuangan uap automotive (409)

 Alat colliery (3Cr12)

 Tangki air panas (444)

3. Martensitic Stainless Steel

SS jenis ini memiliki unsur utama Krom (masih lebih sedikit jika dibanding Ferritic SS) dan kadar karbon relatif tinggi (0,1 – 1,2%) misal grade 410 dan 416. Grade 431 memiliki Krom sampai 16% tetapi mikrostrukturnya masih martensitic disebabkan hanya memiliki Nikel 2%. Merupakan baja pertama yang dikembangkan secara komersial (sebagai cutlery).

Sifat-sifat Dasar Baja Martensitic

 Daya tahan korosinya sedang

 Dapat dikeraskan dengan perlakuan panas dan oleh karena itu tingkat kekerasan dan daya tahannya tinggi

 Kemampuan mengelasnya kurang

 Bersifat magnetic

Pemakaian Umum

 Mata pisau

 Alat–alat bedah

 Tangkai / batang

 Kumparan

 Peniti

4. Duplex Stainless Steel

Disebut Duplex dikarenakan kandungan Nikel tidak cukup untuk menghasilkan susunan austenitic secara penuh dan hasil kombinasi susunan ferritic dan austenitic. Duplex SS seperti 2304 dan 2205 (dua angka pertama menyatakan persentase Krom dan dua angka terakhir menyatakan persentase Nikel) memiliki bentuk mikrostruktur campuran austenitic dan ferritic. Duplex ferritic-austenitic memiliki kombinasi sifat tahan korosi dan temperatur relatif tinggi atau secara khusus tahan terhadap Stress Corrosion Cracking. Meskipun kemampuan Stress Corrosion Cracking-nya tidak sebaik ferritic SS tetapi ketangguhannya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan ferritic SS dan lebih buruk dibanding austenitic SS. Sementara kekuatannya lebih baik dibanding austenitic SS (yang di annealing) kira-kira 2 kali lipat. Sebagai tambahan, Duplex SS ketahanan korosinya sedikit lebih baik dibanding 304 dan 316 tetapi ketahanan terhadap pitting corrosion jauh lebih baik dibanding 316. Ketangguhannya Duplex SS akan menurun pada temperatur dibawah – 50 oC dan diatas 300 oC. Kebanyakan baja Duplex mengandung Mo dalam jarak 2,5-4%.

Sifat-sifat Dasar Baja Duplex

1 Daya tahan yang tinggi untuk menekan keretakan korosi

2 Daya tahan yang dinaikkan pada serangan ion Klorida

3 Perenggangan dan kuat luluh yang lebih tinggi dari baja-baja austenitic dan ferritic

4 Kemampuan peleburan, kemampuan membentuk yang baik

Pemakaian Umum

5 Penerapan di laut, terutama sekali pada suhu-suhu yang dinaikkan dengan rendah (eksplorasi gas lepas pantai)

6 Instalasi penghilangan zat garam / rasa asin

7 Perubah panas

8 Instalasi petro kimia

5. Precipitation Hardening Steel

Precipitation hardening stainless steel adalah SS yang keras dan kuat akibat dari dibentuknya suatu presipitat (endapan) dalam struktur mikro logam. Sehingga gerakan deformasi menjadi terhambat dan memperkuat material SS. Pembentukan ini disebabkan oleh penambahan unsur tembaga (Cu), Titanium (Ti), Niobium (Nb) dan Alumunium. Proses penguatan umumnya terjadi pada saat dilakukan pengerjaan dingin (cold work).

Sifat-sifat Dasar Baja Precipitation Hardening

A. Hambatan korosi yang sedang sampai baik

B Kemampuan mengelas yang baik

C Bersifat magnetic

D Dapat dikeraskan

Pemakaian Umum

E Tangkai/batang untuk pompa air dan katup

Perbandingan masing-masing sifat dari grade SS ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel Perbandingan Sifat Mekanik Berbagai Jenis Stainless Steel

Jenis Stainless Steel Respon Magnet Ketahanan Korosi Metode Hardening Ke-liat-an (Ductility) Ketahanan Temperatur Tinggi Ketahanan Temperatur Rendah Kemampuan Welding

Austenitic Tdk Sgt Tinggi Cold Work Sgt Tinggi Sgt Tinggi Sgt Tinggi Sgt Tinggi

Duplex Ya Sedang Tidak ada Sedang Rendah Sedang Tinggi

Ferritic Ya Sedang Tidak ada Sedang Tinggi Rendah Rendah

Martensitic Ya Sedang Q & T Rendah Rendah Rendah Rendah

Mengapa Properti dari Stainless Steel begitu berbeda?

Sifat dari baja stainless sangat berbeda karena konstituennya. Tingginya kandungan Kromium dalam stainless steel bertanggung jawab untuk tahan korosi propertinya. Oleh karena itu, stainless steel digunakan untuk keperluan pembuatan alat-alat makan dapur dan peralatan masak harus memiliki jumlah yang lebih tinggi Kromium. Dalam rangka meningkatkan tingkat resistensi lebih lanjut, Nikel digunakan. Molibdenum (Mo) hadir dalam stainless steel membantu dalam mencegah jenis tertentu korosi lokal seperti pitting.

Besi yang digunakan untuk pembuatan baja stainless diekstraksi dari bijih mineralnya. Besi dalam bentuk paling murni, memiliki kecenderungan alami untuk bereaksi dengan udara atmosfer dan air yang mengarah pada pembentukan karat. Meskipun komponen utama stainless steel adalah besi, namun dapat melawan oksidasi. Hal ini karena, sekarang Kromium dalam stainless steel bereaksi dengan oksigen di udara, untuk membentuk Kromium oksida. Hal ini melekat pada permukaan stainless steel dalam bentuk lapisan, sulit pasif. Dalam hal permukaan lapisan ini rusak karena beberapa efek kimia atau mekanis, kromium oksida terbentuk, mampu memperbaiki kerusakan. Namun, proses penyembuhan diri dari oksida Kromium akan bekerja hanya jika ada oksigen dalam jumlah yang cukup.

Ketangguhan dari stainless steel ada di rekening kehadiran karbon di dalamnya. Jika kadar karbon dari baja stainless meningkat, itu membantu membuat baja lebih tangguh. Karbon memungkinkan stainless steel untuk mendapatkan ujung yang tajam dan juga memfasilitasi dalam mempertahankan ketajaman tepi untuk jangka waktu yang panjang.

Biasanya, stainless steel tidak berkarat karena terkena udara dan kelembaban. Namun, ketika beberapa zat cair disimpan dalam wadah stainless steel untuk jangka waktu yang panjang, kami mungkin melihat bagian dalam wadah akan berkarat. Hal ini terjadi karena cairan mencegah baja untuk kontak dengan oksigen. Akibatnya, kerusakan yang ditimbulkan pada lapisan Kromium oksida oleh efek kimia cairan tidak dapat disembuhkan.

A. Korosi Secara Umum

Stainless Steel (SS) secara mendasar bukanlah logam mulia seperti halnya Emas (Au) & Platina (Pt) yang hampir tidak mengalami korosi karena pengaruh kondisi lingkungan, sementara SS masih mengalami korosi. Daya tahan korosi SS disebabkan lapisan yang tidak terlihat (invisible layer) yang terjadi akibat oksidasi SS dengan oksigen yang akhirnya membentuk lapisan pelindung anti korosi (protective layer). Sumber oksigen bisa berasal dari udara maupun air. Material lain yang memiliki sifat sejenis antara lain Titanium (Ti) dan juga Aluminium (Al).

Secara umum protective layer terbentuk dari reaksi Kromium + oksigen secara spontan membentuk Krom-oksida. Jika lapisan oksida SS digores/terkelupas, maka protective layer akan segera terbentuk secara spontan, tentunya jika kondisi lingkungan cukup mengandung oksigen. Walaupun demikian kondisi lingkungan tetap menjadi penyebab kerusakan protective layer tersebut. Pada keadaan dimana protective layer tidak dapat lagi terbentuk, maka korosi akan terjadi. Banyak media yang dapat menjadi penyebab korosi, seperti halnya udara, cairan/ larutan yang bersifat asam/basa, gas-gas proses (misal gas asap hasil buangan ruang bakar atau reaksi kimia lainnya), logam yang berlainan jenis dan saling berhubungan dan sebagainya.

B. Jenis-Jenis Korosi Pada Stainless Steel

Meskipun alasan utama penggunaan stainless steel adalah ketahanan korosinya, tetapi pemilihan stainless steel yang tepat mesti disesuaikan dengan aplikasi yang tepat pula. Pada umumnya, korosi menyebabkan beberapa masalah seperti :

1. Terbentuknya lubang-lubang kecil/ halus pada tangki dan pipa-pipa sehingga menyebabkan kebocoran cairan ataupun gas.

2. Menurunnya kekuatan material disebabkan penyusutan/ pengurangan ketebalan/ volume material sehingga ‘strength‘ juga menurun, akibatnya dapat terjadi retak, bengkok, patah dan sebagainya.

3. Dekorasi permukaan material menjadi tidak menarik disebabkan kerak karat ataupun lubang-lubang

4. Terbentuknya karat-karat yang mungkin mengkontaminasi zat atau material lainnya, hal ini sangat dihindari khususnya pada proses produksi makanan.

Secara umum korosi pada stainless steel dapat dikategorikan sbb. :

1. Uniform Corrosion

2. Pitting Corrosion

3. Crevice Corrosion

4. Stress Corrosion Cracking

5. Intergranular Corrosion

6. Galvanic Corrosion

Untuk diperhatikan bahwa, Stainless Steel adalah 100% dapat didaur ulang dan karena kandungan nikelnya banyak

Jasa Fabrikasi Mesin di Solo

Jasa Fabrikasi mesin di solo sudah banyak di lakukan PT Seido Agra Abadi dari perusahaan kecil , menengah , dan besar. Mesin perindustrian makanan , minuman, farmasi , textil dan mesin mesin custom yang lain.
Fabrikasi mesin pembuatan baru atau pun modifikasi mesin industri menuju sistem dan cara kerja mendekati sempurna.
Modifikasi mesin bisa tergolong beberapa macam
• Modifikasi Ringan
• Modifikasi Sedang
• Modifikasi Besar
Modifikasi ringan adalah modifikasi perencanaan sistem yang mendekati sempurna yang di lakukan perombakan sistem permesinan yang sudah berjalan.
Modifikasi sedang adalah modifikasi perencanaan mesin yang sistemnya tidak jalan sama sekali jadi kita di tuntut untuk menjalankan sistem mesin tersebut sampai bisa jalan sesuai cara kerja mesin tersebut.
Modifikasi besar adalah modifikasi perencanaan mesin yang sistemnya sudah berjalan dengan bagus, akan tetapi masih di perlukan alat atau unit mesin sebagai penunjang peroduksi supaya hasil atau output produksi meningkat atau bisa di bilang penambahan unit mesin baru dan sistem control kelistrikan sebagai mesin penunjang yang sudah berjalan.